Iman yang Bekerja

“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yakobus 2:17)

Iman bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan dengan mulut, tetapi sesuatu yang terlihat melalui kehidupan. Yakobus dengan tegas mengingatkan bahwa iman yang sejati akan menghasilkan tindakan nyata.

Dalam bacaan hari ini, Yakobus memberikan contoh sederhana. Jika ada saudara yang kekurangan makanan dan pakaian, lalu kita hanya berkata, “Pergilah dengan damai, semoga Tuhan memberkati,” tetapi kita tidak melakukan apa-apa untuk menolongnya, apakah perkataan itu benar-benar bermanfaat? Demikian pula iman. Iman yang hidup tidak berhenti pada perkataan, tetapi mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Iman berbicara melalui perbuatan.

Yakobus menulis : Abraham yang menaati Allah dan Rahab yang bertindak menolong para utusan Allah. Mereka tidak hanya percaya dalam hati, tetapi iman mereka menghasilkan tindakan.

Kadang-kadang kita tahu apa yang Tuhan kehendaki, tetapi kita takut melakukannya. Kita tahu harus mengampuni, tetapi masih menyimpan kepahitan. Kita tahu harus menolong, tetapi memilih diam. Kita tahu harus melayani, tetapi menunggu orang lain melakukannya. Iman yang hidup membuat kita berani melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan.

Bayangkan seseorang memiliki sebuah lampu yang sangat bagus, tetapi tidak pernah dinyalakan. Lampu itu memang ada, tetapi tidak memberikan terang. Demikian juga iman. Iman yang hanya disimpan dalam perkataan tanpa tindakan tidak memberikan dampak bagi kehidupan. Tetapi ketika iman dinyalakan melalui kasih dan perbuatan baik, orang lain dapat melihat terang Kristus melalui hidup kita.

Inspirasi : Biarlah iman kita bukan hanya iman yang kita ucapkan, tetapi iman yang bekerja—iman yang mengasihi, iman yang melayani, iman yang menolong, iman yang mengampuni, dan iman yang membawa perubahan.