Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (2 Timotius 4: 7)
Seorang pelari marathon menjelang finish sangat lelah, napasnya berat, kakinya tidak sekuat ketika mulai berlari, tapi di depan matanya terbentang garis akhir yang membakar semangatnya. Pada saat itu, yang utama bukan lagi seberapa cepat ia berlari, namun apakah ia tetap bertahan dan berjuang mencapai garis akhir.
Konteks surat personal ini adalah Paulus dalam kesulitan dan akhir hidupnya (eksekusi) sudah dekat dengan kesadaran bahwa hidupnya adalah persembahan (ay 6). Paulus lalu menarik garis waktu sbb:
Masa lalu, “Aku telah mengakhiri (teteleka dari teleō : menyelesaikan, menggenapi, mencapai tujuan, tuntas) pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir (ēgōnismai - telah berjuang, bertanding, berusaha dengan sungguh-sungguh), dan aku telah memelihara (tetērēka dari tēreō : menjaga, memelihara, mempertahankan) iman.” Paulus bukan berkata, “Aku sudah sukses, sempurna, tanpa kegagalan, dan layak diberi upah” Ia dengan tegas hanya menunjukkan kesetiaan pada panggilan sebagai persembahan hidupnya.
Masa kini dan masa mendatang ada mahkota yang dinantikannya. Mahkota (stephanos : mahkota kemenangan atau penghargaan, bukan mahkota kerajaan / diadēma). Mahkota itu adalah karunia Allah bagi mereka yang hidup dalam kesetiaan kepada-Nya.
Kesetiaan adalah respons iman kita dan mahkota adalah pemberian Tuhan. Mungkin manusia tidak melihat kesetiaan kita, tidak menghargai pelayanan kita, tetapi Tuhan melihat dan mengetahui. Tuhan menilai dengan adil, karena itu Paulus menekankan, “…tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya” artinya pengharapan itu bukan monopoli tokoh tertentu, namun bagi setiap orang yang menantikan Tuhan dengan setia.
Hidup ini tidak mudah, memikul salib itu berat, namun jangan pernah berhenti dan menyerah. Kita tidak perlu mencari penghargaan dari manusia; kita harus menyelesaikan perlombaan yang dipercayakan Tuhan. Di ujung kesetiaan kita, Tuhan menantikan dengan mahkota di tangan-Nya. Mari kita mempersembahkan hidup, menyelesaikan pertandingan, memelihara iman, dan menantikan Tuhan dengan setia.
Inspirasi: Mahkota kehidupan, disediakan oleh Tuhan bagi kita yang setia sampai akhir.
