“… ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan… (Yakobus 1:3)
Ujian bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Dalam dunia pendidikan, ujian diperlukan salah satunya agar mereka dapat mengukur sejauhmana mereka telah memahami pelajaran yang selama ini diterima sehingga kelak dapat menerapkan ilmu yang mereka dapatkan. Saat menghadapi ujian akhir semester di sekolah atau di kampus, biasanya suasana serasa begitu mencekam. Saat kertas dibagikan, sebagian besar wajah terlihat cemas terutama bagi mereka yang kurang mempersiapkan diri dengan baik. Mereka ragu apakah akan bisa mengerjakan soal ujian dengan tepat. Sebagian yang lain ada yang merasa sangat siap karena telah belajar dengan tekun, dan mereka lulus dengan mendapatkan nilai yang mereka harapkan.
Jemaat mula-mula mengalami ujian iman yang tidak mudah. Mereka mengalami aniaya karena imannya kepada Tuhan Yesus. Akibatnya ada dari antara mereka yang undur dan mengikuti jalan dunia ini (2 Tim 4:10). Yakobus mengingatkan agar mereka bertekun dalam iman, sesulit apapun situasinya. Karena ujian terhadap iman pasti akan menghasilkan buah dari ketekunan itu.
Sebagai orang percaya pada masa ini, kita juga tidak luput dari ujian terhadap iman. Salah satunya ujian untuk tetap hidup sebagai seorang yang ber-integritas dan hidup dalam kebenaran. Kelulusan dari ujian iman, akan ditentukan oleh seberapa baik kita mempersiapkan diri. Persiapan ujian iman antara lain dengan memiliki persekutuan pribadi yang erat dengan Tuhan dan setia mengisi hati dan pikiran dengan firman Tuhan sebagai perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:17). Sehingga ketika ujian datang, kita akan dapat tetap berdiri teguh.
Saat ujian datang, hadapilah dengan kekuatan dan pimpinan Tuhan. Dengan mengingat janji dalam firman-Nya, Saudara akan menang menghadapi ujian tersebut. Miliki waktu saat teduh yang teratur dan konsisten. Bangunlah kehidupan doa pribadi dan terbuka kepada Tuhan tentang apa saja ujian yang sedang Saudara hadapi.
Inspirasi: Tuhan menjanjikan kemenangan terhadap ujian iman, asal saja kita tetap melekat kepada-Nya dan berakar di dalam firman Tuhan.
