“Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8)
“Edicta; Pengumuman atau dekrit public yang dikeluarkan langsung oleh kaisar Romawi, yang berlaku sebagai undang-undang bagi seluruh rakyat atau provinsi tertentu” - kini tak terdengar lagi, dan tinggal kenangan Sejarah. Berbeda dengan Amanat Agung Yesus Kristus, yang tak pernah out of date, malahan makin up to date dari hari ke hari. Itu bukan hanya berita bagi mereka yang mendengar, tetapi menghidupinya (living it out).
Tatkala Ia memerintahkan murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil, Ia memberi mereka jaminan yang pasti dan tak pernah berubah, itulah kehadiran Roh Kudus. Ia memberi kuasa menjadi saksi-Nya, di mana pun mereka pergi, dan banyak orang boleh mendengar dan menerima Injil keselamatan itu. Oleh kuasa Roh-Nya, Ia membangun Gerakan Rohani, mulai dari Yerusalem, kemudian Yudea, lalu Samaria, hingga ke ujung bumi. “Kisah Para Rasul 1:8, pertama-tama berbicara bahwa kuasa gereja itu berasal dari Roh Kudus dan bukan dari manusia (Zakharia 4:6). Umat Allah mengalami pemenuhan Roh kembali pada saat mereka menghadapi kesempatan-kesempatan dan tantangan-tantangan baru (Kis. 2:4; 4:8, 31; 9:17; 13:9). Orang-orang biasa dapat melakukan hal-hal yang luar biasa karena Roh Kuduslah yang bekerja di dalam hidup mereka. Pelayanan Roh Kudus ini bukanlah satu kemewahan, melainkan satu kebutuhan yang mutlak.” (Warren Wiersbe).
Bila membaca pasal-pasal awal Kisah Para Rasul, bahkan sampai pasal terakhir, memang sangat nyata adanya dinamika gerakan Rohani, tatkala gereja Tuhan bangkit dan memberitakan firman ke mana-mana. Beberapa indikator yang nyata, bagaimana dinamika pemberitaan Injil itu, dapat dilihat dari pertambahan jiwa-jiwa yang percaya, mulai dari tiga ribu sampai lima ribu orang (2:41; 4:4). Fakta ini menimbulkan reaksi keras dari para pemimpin Yahudi, dengan menghambat dan melarang Petrus dan Yohanes memberitakan Injil itu (4:5). Tetapi justru reaksi keras itu membuat jemaat lebih agresif lagi. Mereka berdoa dan terus memberitakan Kristus kepada lebih banyak orang lagi (4:23-31). Ibarat sungai saat mengalir deras dari ketinggian tak mungkin dibendung. Apakah ini namanya mereka menghidupi Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus? Ya! Mereka begitu dinamis dan progresif.
Sampai suatu kali ada seorang hamba Tuhan berkata, “Tatkala anda mulai lesu tak bersemangat lagi melayani, bacalah Kisah Para Rasul!” Memang, bukan saja pemberitaan Injil yang dinamis, tetapi juga hati si pemberita itu begitu dinamis, seperti semangat Bill Bright yang mengajak, “Come Help Change the World!” Apakah kita juga sedang merasakan hal itu di hari-hari ini? “Be dynamic in His Great Commission!”
Inspirasi: Mereka yang berkobar-kobar dalam melaksanakan Amanat Agung, adalah orang-orang yang telah mengalami keagungan kasih Allah yang besar dan ajaib itu.
