Peganglah Janji Allah

"Dengan Allah kita akan melakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita." (Mazmur 108:14, TB)

Pernahkah Saudara merasa bahwa perjuangan hidup dan pelayanan yang sedang Anda hadapi terlalu besar untuk dimenangkan? Di tengah tekanan finansial, konflik relasi, atau rasa lelah dalam memuridkan, hati kita sering kali diliputi kecemasan dan keputusasaan.

Kitab Mazmur memuat doa-doa umat Allah dalam berbagai realitas kehidupan. Mazmur 108 unik karena Daud menggabungkan dua mazmur sebelumnya (Mazmur 57:8-12 dan Mazmur 60:7-14) menjadi satu doa yang utuh. Konteks perikop ini adalah situasi ketika bangsa Israel berhadapan dengan musuh-musuh besar seperti Edom. Daud menyadari kegagalan pertolongan manusia (shaw’ / kesia-siaan), sehingga ia berpaling kepada kedaulatan Allah yang berjanji atas tanah pusaka-Nya. Istilah bahasa Ibrani untuk "melakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa" ('asah chayil) merujuk pada keberanian yang bersumber sepenuhnya dari kuasa dan kesetiaan janji Allah, bukan kekuatan militer manusia. Kemenangan sejati yang digambarkan Daud menunjuk secara ultimate pada karya Kristus di kayu salib, di mana Ia menaklukkan kuasa dosa dan musuh terbesar kita.

Kemenangan dalam mengikut Kristus dan melayani-Nya tidak ditentukan oleh besarnya tantangan yang kita hadapi, melainkan oleh besarnya penyertaan Allah yang kita andalkan.

Hari ini, bawa satu pergumulan terbesar dalam pelayanan atau pekerjaan Saudara ke dalam doa, lalu ambillah satu langkah iman konkret tanpa mengandalkan kekuatan diri sendiri.

Inspirasi: Melangkah bersama Allah mengubah kegentaran menjadi kemenangan bagi kemuliaan-Nya.