Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." (Lukas 12:48b)
Setiap manusia mendapatkan waktu yang sama 24 jam sehari, namun masing-masing orang akan menggunakan dan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Dari ukuran finansial ada yang mendapatkan upah kerja 50 ribu, 100 ribu, atau mungkin 1-10 juta per hari. Demikian pula para pegawai dengan gaji 3-6 juta per bulan ada yang bisa menabung, cukup, tapi ada juga yang masih kurang. Keputusan dalam mengelola waktu dan uang masing masing pribadilah yang memberikan hasil berbeda.
Konteks perikop ini adalah para hamba-Nya sebagai pengurus rumah tangga yang harus bertanggung jawab dalam menggunakan waktu dan keuangan serta aspek lainnya. Ayat 48 b sebagai kesimpulan memberikan 2 perbandingan dengan bahasa yang indah.
Banyak diberi-banyak dituntut (edóthē polý - polý zētēthḗsetai), bukan banyak diberi makin bangga atau hebat. Ho edóthē (telah diberikan, telah dikaruniakan, telah dipercayakan) artinya kita menerima pemberian dari inisiatif Allah sebagai Pemilik agung.
Kepada siapa banyak dipercayakan (hō paréthento polý), maka akan dituntut lebih banyak dari padanya (perissóteron). Keindahan bahasa ini mencerminkan keindahan keadilan dan kedaulatan Sang Pemberi yang meminta pertanggungjawaban sekaligus memberi kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan sang hamba.
Setiap kita adalah penatalayan/stewardship dari apa yang diberikan Allah, dalam 4 kategori (4 T) yaitu : Time, Talent, Treasure, dan Technology. Kita harus bertanggung jawab atas waktu, bakat, kekayaan, dan teknologi dalam kerangka ekselensi (berdasarkan panggilan, fokus pada kesetiaan, menghasilkan pertumbuhan pribadi, dan membangun orang lain), bukan perfeksionisme pribadi. Kita harus mengenali, mengembangkan dan memakai keempat hal di atas sesuai tujuan Allah. Mari kita menjadi penatalayan yang bertanggung jawab, dengan hikmat-Nya.
Inspirasi: Penatalayan yang bijaksana diukur dari seberapa besar kita bertanggung jawab pada apa yang Tuhan dipercayakan.
